Category Archives: Morning Devotion

Patience and Hope

Patience And Hope

Wait on the Lord: be of good courage, and he shall strengthen thine heart: wait, I say, on the Lord – Psalm 27:14

The reason that we many times do not see or feel the Lord is that we are not waiting on the Lord. We are still on our own timetable and we are still running madly ahead of God and hoping He will catch up to our plans. But that is not how God works. He doesn’t change just because we are fickle and He does not hurry just because we are impatient.

Believer, I do not doubt that your trial is real, that your burden is heavy, or that your discouragement is deep. But put your eyes upon this promise, wrap your mind around this word: when we wait courageously on the Lord, He will strengthen our hearts. God is never late and He is never insufficient.

What will the future bring? Wait on the Lord. When will this sorrow end? Wait on the Lord. How can I survive this ordeal? Wait on the Lord. How should I handle this decision? Wait on the Lord. The answer echoes through the tunnel of time and from the soundboard of millions of satisfied saints. Wait, I say, on the Lord.

The trial may not go away tomorrow, but neither will the strength that God has promised to give you. The pain may not diminish, but neither will His grace.

Source : Daily Devotion

Berubahlah & engkau akan Berbuah!

1. Attitude is everything.
Dalam hatilah semua terpancar utk kehidupan. Setiap sikap hati merupakan benih & akan menuai buah. Nah, buah apa yg ingin qta tuai? Buah yg baik/buah yg buruk? Tanyalah pd dirimu, apakah aku sdh menghasilkan buah yg baik? (Yoh 15:16)

2. Berubah spy berbuah.
Pertobatan = perubahan sikap hati, yg akan membentuk perubahan gaya hidup.

3. Apa yg hrs berubah?
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Sikap hati mempengaruhi :
– Perkataan (Lukas 6:45) πŸ‘‰ Bijaklah dlm menggunakan kata2. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tp lidah curang melukai hati. Lidah org bijak mendtgkan kesembuhan. Siapa menjaga mulutnya, berarti dia menjaga nyawanya.
– Pendengaran (Amsal 15:31-33) πŸ‘‰ Org yg mendengar teguran, akan mendapat hikmat & memperoleh akal budi. Takut akan Tuhan adalah didikan yg mendtgkan hikmat & kerendahan hati mendahului kehormatan.
– Penglihatan (Mat 6:22-23) πŸ‘‰ Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Bacaan : Amsal 4:20-23, Maz 119:105, 1 Yoh 1:5-7, Efesus 5:9

4. Prosesnya Bgmna?
UBAH sikap hati πŸ‘‰ UBAH pikiran πŸ‘‰ UBAH perbuatan πŸ‘‰ maka anda akan BERBUAH πŸ‘ (Ulangan 30:13)

Things Are Getting Challenging

Things are getting challenging, when u see it seems impossible, ask this: “Lord, increase my faith!” *morningdevotion*

Si Kupu-Kupu Cantik Heliconious

Heliconius merupakan jenis kupu-kupu yang bertahan hidup dengan mensintesa racun sianida yang didapat dari nectar bunga2 yang mengandung racun tersebut, waktu dia masih berbentuk ulat. Heliconius dewasa bisa bertelur +/- 30 butir. Berwarna kuning & ukurannya tidak lebih besar dari sebutir beras. Setelah 3-5 hari, seekor ulat kupu-kupu cerah yang sangat rakus akan keluar dari telur ini.

Santapan pertamanya adalah sisa kulit telurnya. Saking rakusnya, dalam waktu 2 minggu dia bisa bertambah besar hingga 2700 kali. Akibatnya dia harus berganti kulit sampai dengan 4x. Daun2 yang dimakan mengandung racun sianida yg mematikan, akan tetapi kupu2 Heliconius bisa menetralkan & menyimpannya untuk menjadi pelindung ampuh dr pemangsanya.

Pemangsa, terutama burung, tahu persis bahwa Heliconius bukanlah santapan yg baik karena bisa mematikan. Pola warna sayap Heliconius seperti menjadi sebuah “Warning” bagi pemangsanya, “Jangan Disentuh!”

Sampai pada waktunya, ulat bergantung & membungkus diri dalam Chrysalis kemudian menjadi pupa. Setelah 2 hari, Heliconius cerah berwarna merah hitam kuning putih akan keluar dengan anggunnya..

Tuhan mengajarkan kita dari alam, bahwa kupu-kupu Heliconius berhasil mengambil keuntungan dari mengubah racun menjadi senjata pelindung. Manusia pun juga bisa mengubah pembentukan yang dirasakan sebagai racun yang mematikan; menjadi kekuatan yang sangat besar pada masa yang akan datang.

Source Artikel Heliconious : http://bit.ly/fS5PtN