Blog Archives

KETIKA…

(`’•.¸.. ~KETIKA….
Aku ingin hidup KAYA,…… aku lupa, bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

(`’•.¸.~KETIKA ….
Aku takut MEMBERI.. .aku lupa…..bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

(`’•.¸.~KETIKA….
aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa,….bahwa dalam KELEMAHAN…. kuasaNYA memberikan aku KEKUATAN

(`’•.¸.~KETIKA…..
aku takut RUGI,…..aku lupa, bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA

(`’•.¸. ~Ternyata…
hidup ini sangat indah……
ketika kita selalu bersyukur kpdNYA

(`’•.¸.~BUKAN…..
karna hari ini INDAH kita BAHAGIA…tapi karna kita BAHAGIA hari ini menjadi INDAH

(`’•.¸.~BUKAN….
karna tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS…tapi karna kita OPTIMIS, RINTANGAN menjadi tak terasa

(`’•.¸.~BUKAN…
karna MUDAH kita YAKIN BISA…tapi karna kita YAKIN BISA, semuanya menjadi MUDAH

(`’•.¸.~BUKAN…
karna semua BAIK kita TERSENYUM…tapi karna kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK

(`’•.¸.Tak ada hari yg MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yg membuat SULIT

(`’•.¸.~BILA…
kita tidak dapat menjadi jalan besar…cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui banyak orang

(`’•.¸.~BILA…
kita tidak dapat menjadi matahari…cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita

(`’•.¸.~BILA…
kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang…cukuplah berdoa supaya ia selalu diberkati dan dilindungi oleh-NYA . *̣̣̣̥·̣̥*̣̣̣̥*̣̣̣̥·̣̥*̣̣̣̥*̣̣̣̥·̣̥*̣̣̣̥*̣̣̣̥·̣̥*̣̣̣̥
God bless

Advertisements

Find the Best from the Worst

Ada sebuah cerita menarik yang ingin aku sharingkan di sini dengan teman2 semua, diambil dari sebuah buku renungan yang aku baca tadi pagi. Coba simak sama2 cerita ini ya.. 🙂

Waktu Thomas Carlyle sudah menyelesaikan manuskrip tentang Revolusi Perancis, dia meminta tetangganya John Stuart Mill untuk membacanya. Dan setelah itu, Mill datang ke rumah Carlyle dengan keadaan gemetar dan muka pucat. Apa yang terjadi? Ternyata, pembantunya Mill gak sengaja memakai manuskrip tsb untuk menyalakan perapian! Ohhh nooo! Carlyle putus asa, usahanya menulis manuskrip itu selama 2 tahun lenyap begitu saja..! Dulu menulis awalnya saja sudah susah, apalagi kalau sekarang harus menuliskannya kembali, sudah tidak bisa dibayangkan lagi.

Suatu hari, sambil melihat seorang tukang batu yang lagi membangun sebuah tembok, ia memperhatikan tembok tsb dibangun dengan batu bata satu demi satu. Nah, disitulah dia merasa terinspirasi, dia berpikir, “Aku akan menulis satu halaman hari ini dan satu lagi besok. Satu demi satu; itu saja yang dapat saya pikirkan.” Pekerjaan yang begitu lambat dan membosankan, tetapi dia bertahan dan hasil akhirnya malah jauh lebih baik daripada tulisan awalnya. Wow..

Jon Gordon pernah menulis, “Apabila kamu kuatir tentang masa depan.. saya tahu apa yang kamu rasakan. Aku pernah kehilangan pekerjaanku di tahun 2001.. perusahaan tsb tenggelam lebih cepat dari Titanic.. Aku berpikir itulah saat terburuk dalam hidupku. Wah, dua bulan lagi aku bisa bangkrut. Aku ada seorang istri, dua anak, sebuah surat gadai, tidak ada asuransi kesehatan, dan tabungan pun cuma sedikit. Aku cuma punya uang sebesar gaji satu bulan.. dan.. aku harus membuat keputusan2 yang sangat penting.. Pada akhirnya, semua itu mengarahkan aku kepada pekerjaan yang aku tekuni saat ini, sebagai seorang penulis, konsultan dan pembicara. Aku berangkat dari keadaan dipecat sampai berapi-api! Pemberhentian sementara aku di waktu lalu, mengarahkan aku kepada hidup dengan misi.. Apa yang aku pikir merupakan saat terburuk, malah mengarahkan aku kepada yang terbaik..”

Moral of the story :

Waktu badai menerpa, kita punya 2 pilihan.. Apakah untuk membiarkannya menghancurkan kita, atau.. belajar dari badai tersebut dan mengarahkan diri kepada masa depan yang positif. Kita dapat maju dengan tekad dan iman, bahwa masa2 terbaik kita ada di depan. Bersyukurlah selalu & Fokus kembali. Allah dapat mengubah kutuk menjadi berkat yang luar biasa untuk kita.. Hv a good day..  🙂

The Next Level Seminar – part 4

Agar supaya kita bisa memancarkan sesuatu yang bisa membawa dampak positif bagi orang2 di sekeliling kita, baiknya kita pun harus mengeluarkan perkataan atau ucapan bersyukur dan positif yang bisa membawa semangat dalam kegiatan kita sehari-hari.. Memang tidak enak untuk melakukan sebuah perubahan, tapi pasti bisa. Tinggal kembali ke pribadi kita masing2, serius mau berubah atau tidak?

Remember that What you Think is What you Get..!

Jangan selalu melihat apa yang tidak kita miliki, tapi fokuslah dengan apa yang sudah kita miliki. Jangan fokus pada apa yang tidak bisa kita lakukan, tetapi fokuslah pada apa saja yang bisa kita lakukan. Milikilah Attitude of Gratitude! Dengan mengubah masa sulit menjadi kondisi yang positif, dengan fighting spirit yang luar biasa dari diri sendiri.

Jangan selalu bilang tidak mungkin, gak bisa. Jangan hidup dalam asumsi terus-menerus. Minimal kita coba lakukan dulu, baru ada mujizat terjadi dalam kehidupan kita. Percaya deh, Nothing is Impossible. Tanamkan kata2 tersebut dalam mindset kita dan alami perubahan.

Ada banyak hal sering kali tidak kita ketahui. Kenapa orang lain bisa lebih maju daripada kita? Itu karena dia tahu lebih banyak daripada kita, dia tahu melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan. That’s the key!

Kesempatan tidak datang dengan sendirinya. Maka ciptakanlah kesempatan itu. Create your own opportunity!

Ada 4 tipe manusia pekerja, nah kamu termasuk tipe manakah? 🙂

  1. Tipe pekerja InActive ==> hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Bagaimana mungkin orang macam begini bisa maju?
  2. Tipe pekerja ReActive ==> selalu menunggu untuk sesuatu terjadi, baru bereaksi. Contohnya, hujan dulu baru mencari tempat berteduh.
  3. Tipe pekerja ProActive ==> selalu punya antisipasi reaksi terhadap sesuatu sebelum terjadi. Contohnya, sudah siap sedia payung sebelum hujan turun.
  4. Tipe pekerja Creative ==> lebih dari sekedar ProActive. Nah tipe ini yang punya banyak ide2 baru dan fresh, agar tidak ketinggalan dengan jaman. Seperti yang kita lihat sekarang ini, banyak anak2 muda bisa kaya dengan bermodal sebuah komputer saja. Contohnya, perkembangan Facebook, Kaskus, dll.. Membuktikan bahwa era informasi sekarang mempunyai pengaruh penting dalam kehidupan kita.

Back to The Next Level Seminar – part 1

Back to The Next Level Seminar – part 2

Back to The Next Level Seminar – part 3

Read More – The Next Level Seminar part 5

Menghargai yang ada..

1 Tesalonika 5:18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Ali Facid mempunyai sebidang tanah yang kecil. Suatu hari seorang bijaksana datang dan berkata kepadanya, “Ada batu berharga yang disebut berlian. Jika kamu bisa mendapat satu berlian, kamu akan menjadi orang kaya.” Karena terobsesi cerita itu, Ali Facid tidak bisa tidur, Kemudian ia menjual ladangnya dan pergi ke tempat jauh untuk mencari batu itu. Berbulan-bulan telah berlalu. Uangnya makin menipis tetapi ia belum menemukan batu itu. Karena putus asa dan malu, ia pun terjun ke jurang di Teluk Barcelona.

Sementara orang yang membeli ladang Ali Facid menemukan satu batu aneh ketika sedang mengolah tanahnya. Orang bijaksana yang menceritakan tentang berlian kepada Ali Facid pun datang dan melihat batu itu. Ia mengatakan bahwa batu itu adalah berlian. Ali Facid menjual ladangnya dan berburu berlian yang ternyata tertimbun di ladangnya.

Orang yang tidak puas sering tidak menghargai apa yang ada padanya dan memandang rumput tetangga lebih hijau. Ia iri dengan kelebihan orang lain padahal sesunguhnya Tuhan sudah menaruh berlian di “ladang” kita masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengucap syukur dan berusaha mengolah ladang kita sebaik mungkin untuk menemukan “berlian-berlian” kita.

Ada berlian di dalam diri kita. Daripada menghabiskan waktu untuk menangisi kelemahan, lebih baik kita menggali dan mengasah berlian di dalam diri kita.

Setiap orang punya berlian di hatinya dan modal utama untuk menggalinya adalah hati yang penuh syukur… Amien… ^^